Kelahiran Raina
September 7, 2009
Ceritanya, pertengahan April saat usia kandungan 36 minggu, boyonganlah saya ke Bandung. Memang rencana persalinan akhirnya diputuskan di Bandung, mengingat segala kemudahan dan fasilitas yang ada di rumah orang tua. Enak juga di rumah orang tua, soal makanan gak usah kuatir. Ngidam sesuatu tinggal sebut (minta beliin). Apalagi di Bandung, lengkap semua. Lagi ngga hamil aja ngidam, gimana lagi hamil? Ngidam beratzzz…
Tanda-tanda kontraksi akhirnya muncul juga menjelang minggu 41. Sekitar tgl 26 Mei dini hari sudah mulai terasa kontraksi yang agak teratur walaupun jangka waktu masih agak lama, sekitar 1 atau 2 jam. Pagi hari langsung lapor sama ibu, dan diputuskan ke rumah sakit untuk cek. Sampai di rumah sakit jam 9.30 an, diperiksa bidan, sudah masuk bukaan 3! Alhamdulillah.. langsung telpon suami, feeling saya sih sore/ malam ini Insya Allah sudah lahir si Bubba ini…
Habis makan siang, bidan cek lagi, sudah masuk bukaan 6. Masih sempat sms-sms teman untuk minta doa supaya dilancarkan prosesnya. Cek berikutnya sudah masuk bukaan 8, mulailah badan ngga bisa kontrol sakitnya kontraksi. Karena memutuskan untuk tidak disuntik apapun karena sudah tekad bulat melahirkan secara normal dan sealami mungkin, habislah badan suami dipukul, dicubit, digigit dan digeplak… Hihihi…
Masuk bukaan 10, dokter sudah stand by. Saya diperintahkan untuk mengejan kalau terjadi kontraksi. Beberapa kali mencoba mengejan, Bubba belum bisa keluar. Rupanya cara mengejan saya salah. Ternyata segala teori yang sudah dipelajari lewat buku dan senam hamil pada prakteknya susah sekali untuk dilakukan. Hampir putus asa rasanya. Melihat saya sudah kehabisan tenaga, dokter memutuskan untuk melakukan Vacuum.

Raina Aisha Raheem, satu hari setelah dilahirkan
Allahu Akbar. Akhirnya yang ditunggu-tunggu 5 tahun datang juga! Segera setelah alat vacuum dimasukkan, Raina Aisha Raheem lahir jam 16.23. Berat 3,6 kg dan panjang 51 cm. Tangisannya tidak begitu keras (menurut suami, saya lupa soalnya, teler berat..). Tapi alhamdulillah semua normal, walaupun saya tidak bisa melakukan IMD, karena bayi harus dihangatkan akibat berada dalam posisi “tanggung” akibat saya gagal mengejan.
Sekitar tengah malam, baru saya dipertemukan dengan Raina. What a moment! Campur aduk rasanya. Proses menyusui untuk pertama kali masih grogi. Karena kok rasanya sedikit sekali ASI yang keluar dan posisi menyusui masih belum sukses – menggendong plus posisi duduk karena ternyata saya ambeien akibat efek mengejan.
By the way lho, suatu malam sempet-sempetnya saya nonton final Liga Champions lho… Barcelona vs MU, lumayan lah buat hiburan sambil begadang kasih ASI buat Raina. Salut buat suami tercinta yang jadi partner melahirkan yang tegar, nungguin di kamar – tidur di lantai – sampai kehilangan handpohone saking linglungnya – walaupun harus pergi ke Surabaya karena “tugas negara”. Sedih juga sih ditinggal, tapi saya pura-pura ngga sedih dong. Malu sama Raina. Kalo ibunya sedih nanti dia ikut sedih juga.
Terima kasih tak terhingga buat: Allah Swt – to make our dream happen, suamiku - yang selalu sabar dan kasih support, orang tua & kakak-kakak, dr. Rudyanti – SpOG ku mulai saat kehamilan sampe bulan 8, dr. Sofie Rifayani Krisnadi – SpOG yang membantu proses kelahiran, seluruh staf RS Hermina Bandung, teman-teman – yang juga kasih support dan semangat.
* beberapa bagian cerita terpaksa harus disensor sendiri, ngebayanginnya aja merinding soalnya :p
New Mommy on The Block
September 7, 2009
Mommy is in da house. Setelah ber-hibernasi di dunia blogging selama hampir 6 bulan, akhirnya saya kembali. I’m back! Banyak cerita yang ingin dibagi, tapi yang paling seru mengharu biru adalah pengalaman pertama melahirkan. Hmmmm… Dulu denger cerita proses melahirkan saja, saya pingsan. Ini ngalamin sendiri lho. Cool! *lebay*

Raina dan Ibu lagi main-main
Hari ini Raina sudah hampir 3,5 bulan. Sudah mulai terbiasa (punya bayi). Harus disiplin dan menghargai waktu. Waktu masih berdua sih hidup seenak-enaknya, bangun siang (kalau week end), makan selapernya dan seadanya, menjelajahi mall-mall dan itc-itc sampe pegel ngga karuan…
Ngapain aja di rumah? Selain full time ngurus Raina, saya juga cari duit dongg.. Masa tidur-tiduran doang yah? Pada dasarnya sih saya seneng bersibuk-sibuk ria, tapi musti ngerjain hal yang bener-bener saya suka. Kerjaan yang lalu sih kalau memang cinta banget ngga mungkin saya tinggalin.
Yang lagi dikerjain sekarang adalah menggarap merchandise beberapa tim basket. Kerjaan ini termasuk salah satu idealisme saya. Iri banget liat merchandising NBA yang sukses berat. Kerjaan lain berhubungan dengan 2 pekerjaan terakhir saya yaitu visual merchandising, atau bahasa sederhananya sih tukang dekor-dekor. Dan yang terakhir adalah saya menjalankan mlm online bersama dBC Network.
Bubba: 32 Weeks – Several Weeks to Go!
March 23, 2009
Posisi sudah mantap, kepala di bawah dan sudah menghadap ke (maaf) pantat. Dia sedang mempersiapkan kelahirannya, dalam waktu kurang lebih 6 minggu. Betul Bu Dokter? (maap kalo sok tahu). Beratnya sudah mencapai 1870 gr sementara berat saya (sudah atau baru?) 52.4 kg, naik 7.4 kg dari awal. Semua orang bilang saya kurus, cuma buncit di perut, bagian tubuh yang lain masih seperti sebelum saat hamil.. Alhamdulillah, kalau gitu berarti penyerapan makanan oleh si bayi berjalan lancar dong
Sekarang cek dokter sudah 2 minggu sekali. Resep masih sama – Cavit D3 dan Provital – tadinya mikir, kok Dokternya kurang kreatif ya hehe.. Dari bulan ke 3 atau 4 sampe sekarang masih itu aja resepnya. Penasaran, akhirnya saya googling aja ke sini, pengen tau (penasaran) apa yang ada dalam kandungan si Provital itu. Kalau Cavit D3, udah jelas lah Calcium. Ternyata kegunaannya adalah untuk meningkatkan kemampuan psikomotor dan intelektual, kandungannya antara lain ekstrak Ginseng, Vit A, Vit B1, Vit B2, Vit B6, Vit B12, Vit C, Vit D, Vit E, Vit H, Vit K, Asam Folat, Ekstrak Hati, Kalsium 40 mg, dan masih banyak zat-zat lainnya. Sakti juga yah?
Minggu lalu juga udah coba senam hamil, dan mulai baca-baca lagi gimana proses melahirkan secara normal. Bulan-bulan lalu masih belum berani bacanya – masih parno – secara dulu dengerin cerita orang melahirkan aja pingsan hehe… Kalau kata buku sih, semua dikendalikan dari pikiran. Jadi, jangan pikir yang buruk-buruk, apalagi sakitnya (emang sakit yah? :p). Mudah-mudahanlah, doakan ya teman-teman….
Dokter Gigi Recomended di Seputar Bintaro
January 2, 2009
Sentra Dental Care
Ruko Sentra Menteng Bintaro Blok MN-60, Bintaro Jaya Sektor VII
Telp: 021 7486 3882/3982
Ceritanya pas ke sini karena gigi patah dan tambalannya copot waktu usia kandungan 20 minggu. Akhirnya diputuskan untuk perawatan, gigi ditambal dan nanti akan dibuatkan gigi tambahan dari akrilik supaya kalau ditambal permanen, tambalannya ada “pegangannya”.
Overall pelayanan mulai dari mas-mas resepsionisnya ramah dan membantu banget. Malah saya ditelpon untuk buat janji perawatan berikutnya (eh atau dia butuh pasien juga ya… anyway, dengan dia telpon, kita pasien merasa diperhatikan secara personal :p). Ibu dokternya juga ramah-ramah, sampai-sampai pas gigi di-bor, ngga terlalu berasa ngilu – dia ngomong melulu soalnya haha…
Dibanding waktu dirawat di dokter gigi salah satu RS di Bintaro sih, lebih ok di sini penanganannya. Boro-boro ditelpon perawatan selanjutnya, mau periksa aja daftarnya musti jauh-jauh hari dan antriannya bisa sampe puluhan sehari.
Happy New Year
January 1, 2009






